Dua tahun silam lembaga pendidikan SMA Al-Chasanah Jakarta Barat telah mengunjungi kami Pondok Pesantren Bali Bina Insani. Silaturahmi terjalin dengan awal informasi yang didapatkan dari internet. Website lama kami http://www.pondokpesantrenbalibinainsani.com masih berfungsi tatkala itu. Saat ini situs tersebut sudah tidak berkembang lagi dan belum dapat diperbaiki kembali. Situs kami berubah menjadi http://www.pesantrenbali.com yang kami luncurkan pada bulan Februari 2016 yang lalu pada saat kami belajar dasar optimalisasi website pondok pesantren se-Indonesia.

Pada tahun ini tepatnya hari Ahad, 15 Mei 2016 yang lalu santri SMA Al-Chasanah Jakarta kembali bersilaturahmi dengan pasukan sebanyak 168 santri dan 21 pembina. Selepas menikmati wahana wisata alam Tanah Lot, pukul 12.15 wita. Para santri Bali Bina Insani dengan antusias menyambut kehadiran para tamu yang dibawa oleh empat bus besar dan diparkirkan di halaman luar pondok pesantren. I Wayan Arta atau yang akrab dipanggil Bli Beser penduduk asli desa Meliling Kerambitan Tabanan sebagai sekuriti kami, tampak sangat sibuk dan berhati-hati saat mengarahkan parkir bus sebanyak -+ sembilan meteran tersebut. Al-Banjary dan tari Sekar Jagat. Tak disangka para santri SMA AL-Chasanah yang tampak letih terebut menjadi bersemangat dan meminta untuk tampil seni tari Saman yang berasal dari Aceh. Suasana menjadi lebih hangat bersahabat. Acara berjalan sangat lancar dengan MC Anisa Balqis Latandro kontingen Makasar kelas delapan, tilawah Al Qur’an oleh Julian Dinar kontingen Banyuwangi kelas tujuh, sambutan berbahasa Inggris oleh santriwati Sofia Hana kontingen Denpasar kelas tujuh, sambutan berbahasa Arab oleh Muhammad Shiddiq santri kelas tujuh kontingen Badung. Tari Sekar Jagat ditampilkan oleh lima santriwati yaitu Iril Cahyaning kontingen Blitar kelas delapan, Risma Firdaus kontingen Badung kelas delapan, Eva kontingen Jember kelas delapan, Okta kontingen Surabaya kelas sembilan dan Sabrina kontingen Denpasar kelas tujuh. Dilanjutkan dengan sambutan selamat datang oleh Mudirul Ma’had Bali Bina Insani Ayahanda Drs. H. Ktut Imaduddin Djamal, SH, MM yang diwakili oleh Ust. Yuli Saiful Bahri, S.Pd.I karena masih bertugas sebagai abdi negara di Pengadilan Agama Denpasar. Sambutan terakhir disampaikan oleh ketua rombongan serta penyerahan vandel kenang-kenangan.

Acara ditutup dengan lantunan doa pusaka Hizib Nahdlotul Wathon yang dipimpin oleh Sulton kontingen Gianyar kelas sembilan dan Lalu Doni kontingen Lombok kelas delapan. Usai foto bersama, rombongan berangkat pulang ke Jakarta. Semoga silaturahmi selalu membuat kita menerima perbaikan dalam segala hal. (Yusaba)

SHARE
Cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Bali Bina Insani tanggal 27 Oktober 1996 adalah berawal dari pendirian Pondok Yatama tanggal 27 Oktober 1991. Sejak pemuda bernama Ketut Imaduddin Djamal masuk di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathon Seloong Lombok Timur tahun 1968, jiwa pondok pesantren mulai tersemai. Hal ini lebih terasa sejak belajar di Pondok Pesantren Assyafi`iyah Jakarta tahun 1977 dan sering silaturahmi ke Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY